Manchester United telah melaporkan pendapatannya turun 14 persen untuk kuartal kedua tahun keuangan mereka sebagai hasil dari ketidakhadiran di Liga Champions.
Pendapatan United untuk tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 2,07 Trilyun dibandingkan dengan Rp 2,41 Trilyun tahun sebelumnya, akan tetapi penurunan ini tidak sebesar yang diperkirakan beberapa analis karena ada pengurangan ongkos-ongkos dan ada kenaikan pendapatan komersial.
Wakil ketua eksekutif Man United Ed Woodward mengatakan, klub yang saat ini menduduki posisi ketiga di Liga Utama Inggris berpeluang besar kembali ke Liga Champions musim depan.
Woodward mengatakan, “Baru-baru ini ada pengumuman bahwa paket hak siar Liga Inggris untuk periode 2016-2019 naik lebih dari 70 persen. Sekali lagi ini menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari liga sepakbola terbaik di dunia.”
“Meskipun tidak ada sepakbola Eropa musim ini, pendapatan dan EBITDA kami tetap kuat dan menunjukkan kekuatan yang mendasari model bisnis kami, dengan pendapatan komersial dari tahun ke tahun.”
Di lapangan, tim berada dalam posisi yang baik untuk finish empat besar di Liga Premier dan kami berharap untuk sisa musim ini.”
Dampak terbesar pada keuangan adalah kurangnya pendapatan siaran dari sepakbola Eropa, turun 46,9 persen menjadi hanya Rp 557 Milyar saja.
Sementara itu tagihan upah pemain Manchester United telah turun Rp 56,9 Milyar selama tiga bulan terakhir, terutama karena ada penciutan jumlah anggota skuad dibandingkan dengan musim lalu.

No Comment to " Gagal Lolos Champions, Manchester United Lebih Miskin Rp 334 Milyar "